Hari Ketiga Puasa, Mahasiswa STIK Lemdiklat POLRI Angkatan 83 WPS Sindikat II Door To Door Serahkan Bansos di Nurussalam

ACEH TIMUR – Pagi itu, matahari belum sepenuhnya terik ketika rombongan mahasiswa STIK Lemdiklat POLRI Angkatan 83 WPS Sindikat II menyusuri lorong-lorong sempit di lima dusun pada Gampong Keude Bagok II, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.
Hari ketiga Ramadhan pagi itu, Sabtu (21/02/2026), jarum jam baru menunjuk pukul 09.00 WIB menjadi momentum mereka mengetuk satu per satu pintu rumah warga, membawa paket bantuan sosial di tangan. Dari satu rumah ke rumah lainnya, mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II mengetuk pintu warga, membawa paket bantuan sosial, sekaligus menyapa dengan senyum dan salam hangat.
Sebanyak 200 paket bantuan sosial berupa sembako dan kurma dibagikan secara door to door kepada warga kurang mampu dan kaum dhuafa di lima dusun. Metode ini dipilih bukan sekadar untuk memastikan bantuan tepat sasaran, tetapi juga menghadirkan sentuhan personal mendekatkan institusi Kepolisian dengan masyarakat melalui aksi nyata.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di wilayah hukum Polsek Nurussalam dan menjadi bagian dari rangkaian program mahasiswa STIK Lemdiklat Polri yang tengah melaksanakan pembelajaran lapangan di bawah koordinasi Polres Aceh Timur.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbagwatpers Bag SDM Polres Aceh Timur Iptu Jasman, S.Sos., Kapolsek Nurussalam AKP Desherry, Sekdes Gampong Keude Bagok II Widianto, serta 21 mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan 83 WPS Sindikat II.
Di tengah pembagian bantuan, perwakilan mahasiswa, Iptu Krisna Bayu, S.Tr.K., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menyalurkan paket sembako, tetapi juga tentang membangun empati dan kedekatan. “Kami ingin hadir secara langsung di tengah masyarakat, melihat dan mendengar kondisi warga, serta memastikan bahwa bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Iptu Bima Praelja, S.Tr.K. Ia menekankan bahwa pendekatan door to door menjadi wujud pelayanan humanis Polri dimana kegiatan ini tidak sekadar menyerahkan bantuan, tetapi juga menjadi sarana belajar memahami langsung kondisi sosial masyarakat. “Kami ingin hadir dan menyapa masyarakat secara langsung, mendengar keluhan mereka, serta memastikan bantuan benar-benar diterima oleh yang membutuhkan,” ujarnya..
Bagi warga di lima dusun Gampong Keude Bagok II, kehadiran para mahasiswa tersebut bukan sekadar membawa bantuan, melainkan juga perhatian. Di tengah keterbatasan, sapaan dan kepedulian menjadi penguat bahwa negara hadir hingga ke pintu-pintu rumah mereka. (Lintang).




